Kenangan
Orang-orang bilang kenangan itu harus dilupakan dengan alasan akan membuat luka lama terbuka lagi, tapi menurut gue nggak harus begitu. Kenangan nggak harus dibuang atau dilupakan. Kenangan itu cukup disimpan rapat-rapat di dalam hati sebagai hadiah terakhir tanpa harus membukanya lagi. Jika kalian merasa sakit karena kenangan, itu karena kalian yang membuatnya sakit. Kenangan nggak selamanya sakit, walaupun notabene kenangan itu memang menyiksa.
Tapi seharusnya jika kita tau kenangan itu menyakitkan, kenapa kita membuatnya jadi lebih sakit? kenapa nggak membuatnya menjadi kenangan yang bahagia? bukannya itu lebih baik?
Kenangan itu terdiri dari berjuta-juta hal-hal kecil yang jika disatukan akan menjadi hal besar. Kenangan mampu mengoyak hati. Tapi kenangan juga mampu melukis senyum. Hanya tergantung kita.
Kenangan juga muncul karena rasa rindu. Rasa rindu yang tak terbalaskan. Rasa rindu yang tak mampu terucap. Juga rasa rindu yang tak seharusnya ada.
Tanpa ditulis pun, kenangan tetap serupa buku. Lembar demi lembarnya selalu terbuka tiap kali kita mengingatnya. Kenangan itu ibarat cermin. Dari bening dan buramnya, dari utuh dan retaknya, kita berkaca.
Jika kenangan kita adalah memar senja, di titik itulah kita mengingatnya.
Jika kenangan kita adalah pelangi senja, maka di tempat kita berdiri sekarang, aku yakin kita berbahagia.
Kenangan yang membawa dan menuntun kita ke masa berikutnya. Sebagai kita yang bersama di saat sekarang, atau sebaliknya.
P.S : Kita nggak mesti melupakan kenangan. Yang mestinya dilupakan itu hanya 'sosok yang dulu ada tapi kini menghilang'.
